0
Part I
Saat itu..
Aku terjerumus menuju kematian di hadapanmu
Ya, di hadapan kalian…
Untuk kalian tahu
Agar kalian lihat
Beginilah aku
Terlahir untuk mati
… sama…
Bahkan jika kalian ingin menolongku
Tetap sama…
Karena kita sama…
Dan dalam tawaq saat itu
Kubiarkan kalian lihat air mataku
Begitu pilu aku memohon
Agar kudapati
Kekuatan yang mungkin dapat kurengkuh
Sesuatu yang dapat menolongku
Yang dapat kalian bagi..
Untuk seorang pecundang yang lagi hanya bisa tertawa,
Menertawakan dirinya sendiri..
Karena mungkin di penghujung waktu ini
Aku tak terselamatkan
Karena kalian tidak lebih besar dari aku
Buzzzzzzzzzzzzz…….
Part II
Aku terjatuh
Habis
Mati rasa..
Dan dalam detik-detik kosong itu
Kutemukan aku tanpa arah
Tanpa langit untuk kubermimpi
Tanpa bumi untuk kuberpijak
Perasaan yang lain
Lebih tenang
Sangat tenang..
Mungkin dapat kulukiskan ini sebuah keabadian
Karena tak kutemui masa lalu untuk kusayangkan
Tak kutemui masa depan untuk kucemaskan
Begitu kosong
Begitu putih…
Mungkin ini yang mereka bilang “mati”
Ouppsss!
Seseorang, tolong tampar aku..!
Aku tak bermaksud untuk mati,
Aku hanya ingin sejenak beristirahat..
……T.T
Ah, tidak…
Mati itu menakutkan dan menyedihkan
Tapi disini tak ada kegelapan untuk kutakuti,
Tak ada luka untuk kusedihkan
Aku bebas….
Ya, aku bebas !
Sayap-sayap ini buktinya..
Aku bisa terbang sekarang..!
Kemanapun yang aku mau, kemanapun…
Dan aku……
Bahagia! ^^
Part III
Sementara kalian masih saja memandangi aku
Meratapi tubuhku
Membasahinya dengan mata-mata basah kalian..
Sedih
Panik
Tangis
Doa
Penyesalan
Mencoba menyelamatkanku
Memanggilku “pulang”
Dari begitu banyak busa
Yang keluar dari bibirku..
….
Ah, sungguh berisik pikirku
Tidak bisakah aku bermain disini sebentar
Ini seperti tanah yang selama ini kunanti-nantikan
Rumahku…
Namun lihatlah disana,
Mengapakah kalian begitu gelisah..?
Mangapa begitu takut aku akan pergi..?
Sementara bagiku, tempat yang kalian sebut rumah
Terasa begitu asing..
Dan pekerjaan-pekerjaan ini,
Jalan ini,
Dengan segala rutinitas dan persaingannya,
Sangat menyakitkan kepalaku
Mencekik jiwaku
Dengan segala hiruk pikuknya.
Well, I know u love me.
Tapi entah mengapa
Berada di jalan ini membuatku resah
Karena tak kutemui
Yah, tak kutemui di sini
Ataupun di setiap tempat terindah
Yang dapat kalian bagi denganku
Dalam perjalanan bersama ini…
Apa yang aku rindukan,
Apa yang kunanti..
part IV
Masih menari
Disini
Merayakan keabadian ini…
Lalu seseorang tiba-tiba melesat di sampingku
“hey, lihat sayap baruku!
Aku bisa terbang sekarang!! :D ”, sapaku bersemangat ^^
Namun sosok tenang yang juga bersayap itu
Hanya menatapku kosong
“Mau kemanakah dirimu dengan sayap itu??”
……
“Kemana….”
Oups, senyum lebarku berlahan habis
Dan aku mulai…
Berkeringat,
Kaku
Seperti dihadapkan pada ujian paling menentukan dalam hidupku
“Kemana?”
Aghhttt…
Mandadak ruangan putih kosong di sekitarku
Berubah menjadi hamparan jam dinding
Tik..tok..tik…tok…
“Kemana???????”
Dan bulu-bulu di pungkungku berlahan menghilang
Menandakan semakin sedikitnya waktu yang kupunya
Hingga dalam sekejap
Gravitasi kembali merenggutku,
Dan kudapati diriku terhempas kembali ke tanah
Di antara puing-puing kehidupan
Puing-puing kehidupan aku, kalian, manusia..
Dan nyanyian ketenangan tadi,
Kini tak dapat kunikmati lagi..
Tenggelam oleh ratapan pilu..
Gertakan gigi..
Kobaran api..
Terbakar
Panas…
Itu yang kurasakan sekarang…
Pertanyaan tadi berhasil menguras habis tenagaku
Dengan stempel kekalahan di baris akhir kejayaanku tadi..
Karena aku..
“tak tahu…”
Aku mendongak ke atas
Manusia-manusia putih bersayap itu terlihat semakin banyak
Bergembira..
Dan dengan senyuman puas mereka menuju ke suatu arah…
Sebuah cahaya megah
Cahaya yang juga akan dituju oleh sosok bersayap putih tadi
Yang sedetik lalu
Berhasil menelanjangi habis jubahku
Hanya dengan satu tatapan
Satu pertanyaan
Satu kata..
“Kemana..?”
Dan aku..
Masih tak tahu…
Part V
Rasa lapar yang menyebalkan berlahan membangunkanku subuh ini
Seiring kembali normalnya penglihatanku,
Kuamati ruangan di sekitarku
Langit-langit putih,
Dispenser
Foto ayahku di dinding
Tv
…….
Aku tertidur di ruangan TV rupanya!
Ahh…, dan leganya..
Aku masih hidup!
Satu lagi kesempatan untuk masih bersama kalian..
Hmmm…
Dan kain yang menyelimutiku ini
Aku tak ingat kapan aku mengambilnya
Pasti ada yang menyelimutiku tadi..
Hmm, what a good guy…
….
Pikiranku masih melayang-layang..
Kosong..
Mencari-cari jawaban
Namun masih saja kosong
Kepalaku seakan baru diinstall ulang
Dan segala hal yang membuatku banyak berpikir akhir-akhir ini
Tiba-tiba hilang..
Kosong..
Benar-benar kosong.
Bahkan tak dapat dengan jelas kupastikan
Rasa makanan yang dari tadi terus kumasukan dalam mulutku..
Hanya ada satu kalimat yang kini memenuhi seluruh ruang imajinasiku:
“kemana aku…?”
Dan sosok tadi,
Sosok putih bersayap yang kutemui tadi
Siapa dia??
Mungkin ia penjaga gerbang surga
Yah, seorang nabi…
Tapi mengapa ia manghampiriku…?
Sengaja berjalan di sampingku agar kusapa..?
Tidak mungkin ini sebuah kebetulan
Aghht…
Dia, harus kutemui lagi dia!
Harus kucari!
Agar selesai pencarianku
Dan kudapati arahnya…
Arah menuju cahaya yang megah tadi.
Jawaban atas pertanyaan terhebat itu..!!!
Aku tak mau kalah lagi…
Part VI
………dan jadilah aku seorang pencari
Seorang pencari cahaya
Pencari jalan menuju keabadian
Seorang pencari Tuhan…
Dengan ribuan puisi
Bukti perihnya hujaman rindu ini
Dengan ribuan langkah untuk kutemui
Mata air keabadian itu..
Yang dapat melegakanku..
Mengobati hasratku..
….Muda
Masih terlalu muda…!
Itu yang sering kalian bicarakan tentang aku
Dan jangan bilang aku berusaha menutup telingaku
Aku hanya terlalu keras kepala
Dan semakin dekat dengan cahaya itu
Aku semakin jatuh cinta padaNya
Dan menjadi semakin keras kepala..
Karena “muda” tidak mampu mengobati kerinduanku…
Begitupun ia tidak mampu menghalangi hasrat pencarianku..
Sista, have you got the answer of the question : Kemana?
BalasHapusyes.. :)
BalasHapusbacalah part 02..
belakangan ini hidup cukup menyibukanku..hufth.., i'm so sory krena membuat tulisan ini mengambang untuk beberapa minggu sist.. :p